Landscape, Pictures, Trip
Leave a Comment

Sekedar Mencicipi Pulau Lombok

Sudah cukup lama sebenarnya, saat saya diberi kesempatan mengunjungi Pulau Lombok. Namun ketika melihat lagi kumpulan foto-foto  di folder, ingatan saya seolah kembali ke pulau itu. Sekitar bulan Februari 2011, untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di salah satu pulau yang mulai mendapat perhatian pariwisata di Indonesia.

Mendengar nama Nusa Tenggara, seolah menggambarkan daerah timur Indonesia nan eksotis. Jajaran pulau-pulau yang menyimpan keindahan alam yang luar biasa, khusunya potensi kelautan. Juga budaya dan kehidupan masyarakat pedalaman yang belum tercemar pengaruh luar. Menurut saya itulah hal-hal yang sangat menarik sebagai tujuan wisata.

Sekitar dua jam perjalanan udara dari Jakarta, sampailah saya di Bandara Selaparang Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ya, pada waktu itu masih difungsikan bandara yang lama karena pembangunan Bandara Internasional Lombok (BIL) masih dalam proses, sebelum difungsikan sekarang. Karena ini kali pertama saya akan menginjakkan kaki di suatu pulau, tak ayal membuat saya terlalu excited melihat daratannya untuk pertama kali. Buru-buru ambil kamera dan motret (kebetulan dapat tempat duduk di window) sebelum pesawat sampai di darat, hehe.

Mendapatkan waktu luang di saat hari mulai sore, sayang rasanya jika hanya dihabiskan di hotel. Langsung saja ide untuk mengekplorasi pulau Lombok muncul, dan tujuan pertama saya adalah Pantai Senggigi, tempat wisata di Lombok yang paling saya kenal. Kebetulan teman perjalanan saya ke Lombok kali ini, walaupun sudah senior namun jiwa ingin tahunya juga tinggi, jadilah kami segera mencari informasi menuju Pantai Senggigi. Setelah bertanya ke resepsionis hotel, ternyata tak ada kendaraan umum yang bisa mengantar sampai ke sana. Alternatifnya hanya sewa mobil atau naik taxi. Setelah dipikir-pikir, kami memilih naik taxi karena jaraknya dari kota Mataram hanya sekitar 10 km. Di kota Mataram ini mayoritas taxi adalah Blue Bird, beruntung kami mendapat supir yang ramah dan kooperatif. Dia menawarkan untuk menunggu sembari kami berjalan-jalan menikmati Senggigi, langsung kami iyakan saja karena mencari kendaraan juga susah di sana. 150 ribu rupiah ongkos yang kami bayarkan ke pak supir untuk pulang-pergi Mataram-Senggigi ;).

Pantai Senggigi merupakan pantai yang membujur panjang di mana terdapat jajaran resort, hotel, bungalow sampai losmen dengan harga murah untuk para backpacker. Cafe-cafe layaknya di  kawasan Legian Kuta Bali dan rumah makan yang menyajikan berbagai kuliner juga tak kalah banyak di sana. Dan, sampailah saya di pantai menjelang matahari terbenam, langit juga mendung dan turun hujan yang lebat.

Image

Image

Image

Image

Selain wisata pantai dan Gunung Rinjani yang terkenal itu, sebenarnya Pulau Lombok tepatnya di Kabupaten Lombok Barat juga terdapat tempat wisata sejarah Taman Narmada. Tempat ini merupakan peninggalan Kerajaan Karang Asem Bali yang dulunya dipakai sebagai tempat istirahat atau petirahan dan pemandian keluarga kerajaan. Dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 20 menit dari kota Mataram dengan kendaraan bermotor.

Image

Image

Hari terakhir sebelum meninggalkan Kota Mataram, saya mendapat ‘bonus’ melihat karnaval ogoh-ogoh yang melintas di depan hotel tempat saya menginap. Menjelang Hari Raya Nyepi, masyarakat Hindu Mataram layaknya di Bali membuat ogoh-ogoh, seperti patung raksasa yang menggambarkan tokoh-tokoh jahat. Satu kelompok masyarakat membuat satu ogoh-ogoh yang kemudian diarak keliling kota menuju balai Kota Mataram.

Image

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s