Culinary, Indonesia, Jalan-jalan, Landscape, Pictures, Trip
Comments 2

Palu, Kota di Antara Teluk dan Lembah

Palu merupakan sebuah kota dan ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah Indonesia. Dibandingkan dengan kota-kota lain di Pulau Sulawesi seperti Makassar dan Manado, mungkin namanya tidak terlalu familiar.

Kota Palu terletak di pinggir Teluk Palu dan terbatas sampai lembah atau dataran tinggi Palu. Jika dilihat dari peta atau dari foto udara, maka bentuknya akan menyerupai huruf U.

Terdapat bandara kecil yang melayani penerbangan dari dan ke beberapa kota yaitu Bandara Mutiara. Hampir  tak ada pesawat yang berlama-lama parkir di bandara ini. Ketika sebuah pesawat mendarat dan menurunkan penumpangnya, maka langsung akan menaikan penumpang lagi. Dan sekejap bandara akan kembali sepi.

Sekedar info, jika mengambil penerbangan dari Jakarta ke kota Palu, akan lebih singkat waktu jika Anda tidak menggunakan pesawat Garuda. Karena penerbangan Garuda Indonesia menuju Palu harus transit di Makassar, dengan total waktu tempuh Jakarta – Palu bisa sampai 4 jam. Berbeda dengan Lion Air, misalnya, hanya akan membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam saja dari atau ke Jakarta tanpa transit.

Secara astronomis, Kota Palu terletak kurang dari satu derajat Lintang Selatan sehingga menyebabkan kota ini terkesan panas dan gersang. Tidak banyak spot kota yang menarik bagi saya, hehehe, kecuali Jembatan Palu 4 yang merupakan jembatan lengkung baja pertama di Indonesia. Thumb up!!

Kuliner

Berkunjung ke suatu kota tak lengkap kalau tidak berburu kuliner. Nah, di tengah hari yang terik saat perut keroncongan cobalah berkunjung ke rumah makan Kaledo. Bangunannya sederhana, tapi konon banyak orang dari luar kota Palu yang sengaja menyempatkan makan di tempat ini. Kaledo merupakan singkatan dari Kaki Lembu Donggala, dan tidak sekedar singkatan, ternyata makanan yang dijual juga berbahan dasar kaki lembu…wahaaa

Terlihat dari kuahnya yang bening, sup kaledo hanya menggunakan bumbu sederhana. Tapi dari cita rasa ditambah cara dan seni menyantapnya, hmmm..jangan diragukan nikmatnya. Yang butuh perjuangan, untuk memisahkan daging dengan tulang kaki lembu atau menyedot sumsum dari dalam tulangnya, hmmm maknyus…tapi perlu diperhatikan buat yang bermasalah dengan kolesterol ya..

 

Itulah sekelumit dari saya, dari Kota Palu..

Advertisements

2 Comments

  1. Meytha says

    Kota palu itu tempat sya lahir,waktu umurku 5 tahun aku diajak prgi ke jembatan kuning i2. Disna seru bgt apalgi klo mlam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s