Culinary, Indonesia, Jalan-jalan, Trip
Comments 6

Es Krim Ragusa dan Suasana Tempo Dulu di Tengah Jakarta

Teriknya matahari siang Jakarta, tidak membuat saya mengurungkan niat untuk menyambangi Jl. Veteran I Jakarta Pusat. Tentu bukannya tanpa tujuan, sudah lama saya ingin ke sini untuk mencicipi es krim salah satu kedai es krim tertua di Ibu Kota. Jalan Veteran I terletak di sebelah Masjid Istiqlal, seberang halte Busway Juanda. Menyusuri jalan dengan panjang sekitar 200 meter ini mengingatkan saya dengan Jalan Braga di kota Bandung. Trotoar dan bangunan di pinggirnya kurang lebih bernuansa sama, jajaran bangunan tua untuk bisnis dan usaha.

sudut jalanJajaran kafe, resto dan kedai di Jalan Veteran I

tidurSeorang pria tertidur pulas di emperan salah satu resto Jl. Veteran I

sudur jalanKursi dan meja resto yang sengaja ditata di trotoar

restoran indiaRestoran kuliner India di ujung Jalan Veteran I

Tidak terlalu jauh berjalan, tempat yang saya cari akhirnya ketemu. Memang titik ini yang paling ramai di antara bangunan-bangunan yang lain, kedai Es Krim Ragusa. Konon tempat ini sudah berdiri sejak Indonesia belum merdeka, yaitu tahun 1932. Mengusung cita rasa khas Italia, nampaknya tempat ini memang sudah cukup terkenal. Begitu masuk, saya bingung harus duduk di mana, karena seluruh meja sudah dipenuhi dengan kelompok pengunjung. Saya pun rela mengantri sampai salah satu meja kosong.

Tak lama saya berdiri sampai akhirnya mendapat kursi duduk dan langsung disuguhi daftar menu oleh pelayannya yang semuanya adalah bapak-bapak. Hanya daftar es krim dan beberapa minuman saja yang tertera dengan harga 14.000 rupiah sampai 30.000 rupiah. Tanpa tahu wujud dan tampilannya, saya langsung tertarik dengan menu es krim bernama Cassata Siciliana. Alasannya karena terdengar sangat Itali sesuai dengan cita rasa khas es krim di sini, hmmmm. Kurang dari tiga menit, pesanan saya datang plus satu gelas air putih gratis yang disuguhkan sebagai pencuci mulut.

masukSuasana kedai es krim Ragusa

Sambil menikmati manis dingin dan lembutnya es krim, saya juga menikmati nuansa tempo doeloe interiornya. Kursi-kursi dan meja sederhana yang terbuat dari rotan masih setia memberi kenyamanan para pelanggan. Selain itu foto-foto jaman dulu (jadul) menghiasi setiap sisi dindingnya. Bagi penikmat hal-hal bernuansa klasik dan vintage seperti saya, tempat ini memang sangat menarik.

Ragusa Dinding AtasBingkai foto-foto menu es krim

dindingSejumlah plakat dan foto jadul menghiasi dindinges krimCassata Sicilianafoto pemilikFoto keluarga pendiri es krim Ragusapengunjung ngobrolSekelompok pengunjung dan kasir

Berbagi Omset

Rupanya keramaian kedai es krim ini juga ditambah oleh adanya pedagang beberapa jenis makanan berat yang ‘mangkal’ tepat di dekat pintu masuk. Uniknya, pemilik kedai Es Krim Ragusa justru tidak melarang mereka berjualan. Bahkan para pengunjung juga tidak canggung memesan makanan dari luar. Mie juhi, asinan bogor, otak-otak, sate dan gado-gado bisa dipesan ke para pedagang di luar dan dimakan di dalam kedai sambil menikmati es krim.

pedagang di depanPara pedagang yang turut meraup rejeki di depan kedai Ragusa

Advertisements

6 Comments

    • Wah…pas ke sana sayacuma jadi pembeli dan mengamati keadaan sekitar saja, ngga sempat wawancara sama pemiliknya, hehehe

  1. keeren, jadi pengen nyoba, pdahal kantor saya ga sampe 200 meter dari situ, udah lama lagi. tahu dan sering lihat kalau naik ojek ke stausiun juanda mau pulang, tapi lom pernah mampir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s