Daily Life, Malaysia, Trip
Comment 1

Mendadak Malaysia Airlines

Berita tentang hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) tanpa jejak saat terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada tanggal 8 Maret 2014 lalu, selalu menjadi headline semua media dunia selama beberapa minggu. Hal ini membuat maskapai penerbangan nasional milik Malaysia itu menjadi sorotan, terutama masalah keamanannya. Selama ini MAS terkenal dengan reputasinya yang bagus karena termasuk maskapai premium dan salah satu yang terbaik di Asia. Jika Indonesia punya Garuda Indonesia maka Malaysia punya Malaysia Airlines. Makanya dalam urusan memilih pesawat dengan harga premium (yang sama-sama mahal) untuk traveling saya sebenarnya tetap memilih Garuda Indonesia. Tapi, pada suatu kesempatan, saya dengan senang hati dipaksa naik MAS.

IMG20140418131555Ketika saya menerima surat elektronik dari maskapai Garuda Indonesia, saya tahu kalau mereka sedang mengadakan early bird atau bahasa gaulnya obral tiket promo. Tentu ini sangat menggiurkan, terutama bagi yang suka traveling seperti saya. Tanpa berpikir panjang, saya langsung hunting, destinasi mana yang harganya reasonable meskipun memakai maskapai full service. Karena se-diskon-diskonnya maskapai Garuda, percayalah bahwa tetap saja lebih mahal dari harga tiket low cost airline. Tapi entahlah kali ini hati saya kembali tergiur dan seolah berkata: “Tidak apa-apa terbang pakai Garuda dengan biaya sendiri!”.

 

***

Skrol-skrol laman website Garuda, melihat rute mana yang harganya termurah dengan potensi wisata yang bagus dan belum pernah saya sambangi. Perhatian saya tertuju pada penerbangan internasional dengan harga tiket berkurs Dollar Amerika. Ada satu rute dengan harga mulai USD 118 (dengan nilai dolar waktu itu 12 ribuan rupiah) untuk tiket pergi-pulang internasional. Jadilah tujuan Pulau Penang menjadi incaran saya (sekaligus untuk menambah koleksi stempel imigrasi di paspor). Akhirnya dengan hanya USD 118 saya berhasil mendapat tiket pergi-pulang ke Penang dengan maskapai penerbangan premium pada long weekend!.

Kuala Lumpur International Airport, ‘markas’ Malaysia Airlines

Pulau Penang merupakan sebuah pulau yang masuk teritorial negara tetangga, Malaysia. Salah satu destinasi travel yang cukup menjadi perhatian saya selama ini. Apalagi potensi pulau ini sering ditayangkan di saluran televisi kabel yang menyajikan acara travel maupun kuliner Asia. Untuk hal-hal menarik apa saja yang saya dapat selama di sana, akan saya tulis di postingan selanjutnya.

Setelah proses booking selesai, saya dapat informasi itinerary penerbangan. Awalnya Garuda memberikan rute Jakarta (CGK) – Penang (PEN) dengan satu kali transit di bandara Kuala Namu (KNO) Medan yang kemudian dilanjutkan dengan KNO-PEN dengan menggunakan pesawat Garuda yang lain. Saya lebih bersemangat setelah tahu bahwa pesawat Garuda yang digunakan untuk rute Medan-Penang adalah pesawat jenis Bombardier CRJ 1000 NextGen. Jenis pesawat ini bertubuh ramping panjang dan biasanya digunakan untuk penerbangan berjarak pendek. Sudah lama saya penasaran ingin menjajal terbang dengan pesawat ini, karena kebanyakan jenis pesawat ini dioperasikan Garuda untuk rute penerbangan di wilayah Indonesia Timur. Maka dengan senang hati saya menunggu sampai waktu jadwal terbang saya tiba.

Namun apa yang terjadi beberapa minggu setelah saya memesan tiket untuk traveling ke Penang adalah penerbangan CGK-PEN statusnya menjadi ‘not confirmed’. Dan, tiba-tiba itinerary saya dialihkan menjadi ke Kuala Lumpur. Padahal saya sudah memesan hostel di Penang dan sudah menyusun jadwal perjalanan dan tempat-tempat yang akan dikunjungi di sana. Bagaimana dengan nasib tiket saya? Apa ya sampai Kuala Lumpur saja? Saya tidak berencana kesana, karena sudah merencanakan di waktu yang lain.

Berbekal kasus ini, saya langsung mengadu ke call center untuk mencari informasi kepastiannya. Ternyata memang benar, bahwa pada tanggal jadwal saya terbang Garuda telah meniadakan rute CGK-PEN dan sebaliknya. Fiuh, saya gagal naik Bombardier CRJ 1000. Namun si Mbak di call center belum bisa memberi jaminan saya akan sampai Penang sesuai di tiket, dan hanya bisa meminta maaf atas ketidaknyamanannya. Kemudian menyarankan untuk langsung datang ke kantor Garuda Indonesia.

Selama beberapa hari penuh ketidakpastian, akhirnya saya memutuskan datang ke kantor operasional Garuda di Senayan City. Masuk ke Senayan City mall, cukup naik eskalator dua kali dan saya menemukan logo Garuda Indonesia, di situlah tempatnya. Langsung saya masuk dan meminta nomor antrian, tak lama kemudian giliran saya mendapat layanan dari customer service (CS) yang bernama Pasha (bukan vokalis Ungu).

“cjhkdkjjhkh…hkhkj…hhkjbdhhfzdfsfv”, saya menceritakan semua keluhan ke Pasha.

Kemudian dengan ramah dijawabnya, “Iya mba, memang untuk rute Jakarta-Penang tidak beroperasi terhitung bulan Maret ini.”

Waduh. “Terus nasib tiket saya gimana? Waktu saya booking pada tanggal itu available (rutenya)?”, tanya saya lagi.

“Mungkin kami tawarkan refund saja, atau tetap terbang tapi ke Kuala Lumpur.”, jawabnya datar.

“Tapi ngga fair dong, saya kan beli tiket ke Penang dan merencanakan perjalanan saya ke sana. Ketika Garuda menawarkan rute ke sana, maka saya beli (tiketnya).”, timpal saya. “Kemudian ketika tiba-tiba Garuda meniadakan penerbangan, harus tanggung jawab seharusnya (membawa penumpang sampai ke tujuan).”, saya menambahkan, intinya tetap ingin sampai ke Penang.

“Sebentar ya Mba, saya carikan alternatif lain.”

Kemudian Pasha masuk ke dalam sebuah ruangan di belakang jajaran CS. Beberapa saat kemudian dia keluar dan menyampaikan, “Begini Mba, Garuda hanya bisa memberi rute Jakarta-Kuala Lumpur PP, untuk ke Penang pindah ke maskapai lain kalau mau, tanpa kami charge lagi.”, okelah itu sesuai harapan, jawab saya dalam hati sebelum dia menambahkan, “Saya sudah booking-kan penerbangan lanjutan Kuala Lumpur-Penang ya Mba, nanti pakai Malaysia Airlines.”

“Okeh.”, jawab saya sambil tersenyum, padahal dalam hati was-was, maskapai ini sedang ramai diberitakan karena salah satu pesawatnya hilang tanpa jejak. Tapi di sisi lain saya excited karena akan mendapat pengalaman baru naik maskapai penerbangan nasional milik Malaysia. Kapan lagi?.

Hanya dengan USD 118, saya dapat penerbangan internasional pergi-pulang ke Kuala Lumpur dengan Garuda Indonesia dan Kuala Lumpur-Penang dengan Malaysia Airlines. Lucky me!

Note: all pictures were taken with Oppo Find 5

IMG_20140426_1

Advertisements

1 Comment

  1. Pingback: Menyusuri Keklasikan Dalam Keberagaman Etnis di George Town | Langkah - Langkah Kecil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s