Culture, Daily Life, Features, Japan, Pictures, Trip
Comment 1

Rikshaw

Begitu sampai di Arashiyama, ada satu hal yang menarik perhatian saya selain pemandangan alamnya yang sangat indah, yaitu rikshaw. Rikshaw adalah alat transportasi tradisional Jepang beroda dua yang ditarik manusia. Berbeda dengan becak di Indonesia yang pengemudinya ada di belakang atau bentor yang pengemudinya di samping, mengemudikan rikshaw sama seperti menarik gerobak.

Perhatian saya bukan sepenuhnya pada bentuk rikshaw yang unik, tapi para si penarik rikshaw ini. Mereka adalah pria-pria muda berbadan atletis, memakai celana ketat dan alas kaki tradisional. Sebagian berkeliaran untuk ‘menjajakan’ jasanya dengan bermodal brosur kawasan wisata Arashiyama. Rupanya bukan sekedar jasa transportasi, naik rikshaw juga sebagai alat sightseeing dan pemandu wisata. Tidak heran jika kita harus membayar 8.000 yen untuk naik rikshaw selama 30 menit. Sayangnya, para penarik rikshaw ini hanya bisa berbahasa Jepang.Jadi jika ingin mendapat panduan wisata dengan rikshaw hukumnya wajib untuk tahu bahasa Jepang.

Saya sempat memperhatikan dua gadis berpakaian tradisonal ini menaiki rikshaw.

DSC_0708

Advertisements

1 Comment

  1. Pingback: Menjelajah Keramahan (Omotenashi) Kyoto | Langkah - Langkah Kecil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s