Culture, Japan, Landscape, Pictures, Trip
Comments 76

Menjelajah Keramahan (Omotenashi) Kyoto

Willer Express yang kami tumpangi dari Tokyo berhasil membuat saya terlelap hingga baru tersadar ketika bis sudah memasuki kota Kyoto. Tepat jam 6 pagi bis sampai sesuai jadwal di depan Stasiun Kyoto. Perjalanan selama 7 jam semalam cukup mengesankan karena kami bertemu tiga orang Indonesia dan berbarengan dalam satu bis menuju ke Kyoto. Meskipun kami harus berpisah dan melanjutkan rencana perjalanan masing-masing pagi ini.

IMG20140527055507Willer Express, yang didominasi warna pink termasuk kursi penumpangnya.

Stasiun Kyoto menjadi tempat persinggahan sementara sekaligus mencari toilet umum, membersihkan badan ala kadarnya dan mencari informasi wisata. Hostel yang sudah dipesan tentunya belum bisa kami masuki karena memang masih terlalu pagi. Stasiun Kyoto memang sangat besar dan modern, “Ini sih ngalahin stasiun Gambir.”, batin saya sambil ternganga melihat keindahan bangunannya. Bahkan lebih modern dari SHIA hihihi. Ada banyak loker koin di luar gedung stasiun yang dapat kami manfaatkan untuk menyimpan beberapa barang. Loker tersedia dengan beberapa ukuran dan harganya juga berbeda. Untuk bisa memakai loker, wajib memiliki uang pecahan 100 yen, karena cuma itu yang bisa diterima untuk mengambil kunci loker.

DSC_0930Kyoto Tower Hotel, yang terletak bersebelahan dengan Stasiun Kyoto

IMG20140527152057Stasiun Kyoto, yang menghadap ke arah Terminal Bis

Kelar sikat gigi dan mencuci muka, tujuan kami selanjutnya adalah mencari info tentang Kyoto ke tourist information center yang ada di stasiun. Letaknya berada di deretan kantor penjualan reservasi tiket Shinkansen. Dan di depannya berderet kios-kios yang menjual makanan khas Kyoto. Pagi itu, kantor yang hanya seukuran kios itu baru saja buka, dijaga oleh dua orang pria yang sudah cukup tua yang lebih pantas dipanggil kakek. Dengan penuh pengharapan akan mendapat banyak informasi dan meminta peta wisata atau jalur transportasi, kami masuk dengan percaya diri.

Keraguan kami sebelum masuk tadi ternyata benar, kakek ini sama sekali tidak bisa berbahasa Inggris. Untungnya seorang cewek yang tadi saya temui di toilet ternyata bisa berkomunikasi dengan kakek itu. Bukan..bukan dengan bahasa tubuh apalagi bahasa kalbu melainkan bahasa Jepang. Sayangnya saya benar-benar sudah lupa namanya (kemampuan saya untuk mengingat nama orang tergolong lemah). Jadi, sebelum saya memutuskan untuk mencari kantor pusat informasi ini, saya bertemu anak Indonesia yang lain sewaktu sedang cuci muka di restroom. Dia menyapa terlebih dulu untuk memastikan bahwa saya dari Indonesia, kemudian dia menawarkan diri untuk menemani kami mencari info ke tourist information center. Sebuah kebetulan lain yang tidak disangka-sangka. Untuk selanjutnya, saya sebut saja dia dengan Ve (nama ini saya pilih dengan penuh pertimbangan dan saya pikir lebih berwibawa daripada nama Bunga atau Mawar).

Cukup lama kami, tepatnya Ve, mengorek informasi dari petugas sambil menunjuk-nunjuk peta panduan yang bertuliskan huruf Hiragana-Katakana. Sesekali Ve menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia dan saya menimpali dengan bertanya sesuatu untuk diterjemahkan ke dalam Bahasa Jepang. Tanpa satupun kalimat yang saya pahami saat mereka berdua mengobrol, akhirnya kami mendapat kesimpulan bahwa naik bis lebih efektif untuk keliling kota. Walaupun sebenarnya ada juga Subway. Namun jika dibandingkan, jumlah bus kota sangat banyak dan lebih menjangkau semua objek wisata di Kyoto. Peta jalur bis juga tersedia dengan petunjuk yang sangat detail dan lengkap serta tersedia one-day pass Kyoto City Bus.

Sesudah dirasa cukup mendapatkan informasi tentang transportasi Kyoto dan berbekal peta jalur Kyoto City Bus, maka saatnya kami keliling kota. Kami langsung menuju ke terminal bis yang terletak di belakang (atau di depan ya?) gedung stasiun. Ya, letak stasiun dan terminal bis memang bersebelahan.

IMG20140527073436Papan infromasi di terminal bis

Perhatian kami langsung tertuju pada layar informasi yang terpampang secara digital di terminal. Berisi informasi nomor bus, jurusan, nomor platform dan waktu keberangkatan. Jadi apapun tempat yang akan dituju, calon penumpang hanya perlu membaca layar informasi saja. Jangan harap di sana ada kenek, apalagi calo seperti di Jakarta yang teriak-teriak, “Senen Senen…”, “Blok M Blok M…”.

Sebelum naik bis, kami mencari mesin penjual otomatis (vending machine) yang menjual One-Day Pass Kyoto City Bus. Tarif bis untuk sekali jalan cukup mahal, yaitu 230 Yen berlaku flat baik jauh maupun dekat sehingga lebih ekonomis jika menggunakan kartu ini. Apalagi jika sering naik-turun berganti bis. Harga One-Day Pass hanya 500 Yen yang hanya bisa dibeli di vending machine. Di terminal bis Kyoto, mesin bisa ditemui di depan sebuah minimarket.

IMG20140527152022Mesin penjual Kyoto Bus One-day Pass

Saat mengantri untuk membeli kartu, tiba-tiba seorang pria paruh baya dan berseragam yang sepertinya adalah petugas terminal menyapa kami dengan ramah. Dia langsung mengenali kami sebagai cewek Indonesia bukan cewek Afrika apalagi Uzbekistan. Tanpa terlalu banyak basa-basi, dia memamerkan salah satu produk permen yang cukup terkenal dari saku celananya. “Kopiko oishi.”, celotehnya. Sontak kami kaget karena ada permen buatan Indonesia yang dia pegang dan ternyata cukup terkenal dan disukai di sana. Padahal saya saja sudah jarang membeli dan mengonsumsinya. Dia bilang Kopiko berasal dari Indonesia, dia suka rasa kopinya dan membelinya di minimarket. Kira-kira itu yang diucapkan dalam bahasa Jepang yang tentunya telah diterjemahkan oleh Ve.

IMG20140527075012Setelah tiket One-Day Kyoto City Bus di tangan, Ve memutuskan untuk berpisah karena kami mengambil jurusan bis yang berlainan. Terimakasih untuk Ve, atas bantuannya kami siap untuk menjelajah Kyoto.

Kyoto merupakan kota terbesar ketujuh di Jepang dan terkenal sebagai kota budaya dan sejarah yang sangat cantik. Kota yang terletak di area Kansai ini pernah menjadi ibukota Jepang selama lebih dari seribu tahun sebelum berpindah ke Tokyo. Meskipun demikian, Kyoto tetap dikenal sebagai pusat budaya Jepang. Kalau Indonesia punya Yogyakarta, Jepang punya Kyoto, begitulah kira-kira.

Banyak tempat wisata yang telah terkenal di seluruh dunia berada di kota ini. Kuil, shrine, taman, museum, sungai, gedung berarsitektur kuno, dan pusat perbelanjaan menghiasi setiap sudut kota Kyoto. Jadi saya pikir, berkunjung ke Jepang belum lengkap tanpa mengunjungi mantan ibukotanya. Baca juga: Top 5 Experience in Kyoto.

Dua hari rasanya tidak akan cukup untuk mengeksplorasi semua sudut kota Kyoto. Namun selama itu, saya memilih untuk pergi ke tempat ini:

1. Kiyumizudera Temple

Kiyumizudera Temple merupakan kuil Buddha dan salah satu situs peninggalan dunia yang dilindungi oleh UNESCO. Di dalam area kuil, terdapat taman khas Jepang yang sangat cantik dan rindang. Saat saya ke sana, pada akhir musim semi, daun pohon Momiji sedang berwarna hijau segar. Dan pastinya akan berubah menjadi merah saat musim gugur.

Untuk menuju ke sana, saya naik City Bus nomor 100 dari Stasiun Kyoto. Selain itu ternyata bisa juga ditempuh dengan bis nomor 202, 207 atau 206 dan turun di Kiyomizu-michi bus stop.

DSC_0624

DSC_0621

DSC_0619

DSC_0611

DSC_0628

2. Arashiyama

Saya penasaran dengan foto yang sering saya lihat di internet, sebuah jalan kecil yang terdapat banyak pohon bambu. Maka pergilah kami ke Arashiyama. Di sinilah tempat di mana saya bisa berjalan di antara pohon bambu yang ditata rapi di jalan kecil yang terkenal dengan sebutan Bamboo Path. Terletak di bagian barat kota Kyoto, katanya kawasan Arashiyama paling pas dikunjungi saat musim semi atau gugur saat daun-daun pepohonan sedang berubah warna.

Begitu sampai di kawasan Arshiyama, saya disuguhi dengan pemandangan sebuah jembatan tua yang terbuat dari kayu yang membentang di atas Sungai Katsura. Togetsukyo atau dikenal juga dengan sebutan Moon Crossing Bridge, yaitu jembatan yang dilalui oleh bulan. Bulan yang dimaksud adalah rangkaian pegunungan yang berada di belakangnya yang bentuknya menyerupai bulan dan akan berubah warna di setiap musimnya.

Adalagi yang menarik perhatian saya di sini, yaitu rikshaw, sayangnya tarifnya terlalu mahal! Hahaha. City Bus yang menjangkau kawasan Arashiyama salah satunya yang bernomor 28. Saya naik ini langsung dari stasiun Kyoto, begitupun juga sebaliknya.

IMG20140527132939

DSC_0633

DSC_0661

DSC_0664

3. Fushimi Inari

Fushimi Inari Shrine adalah salah satu shrine penting yang digunakan untuk beribadah bagi kaum Shinto. Terdapat ribuan torii berwarna merah (oranye) terang yang menutupi jalanan setapak menuju puncak bukit Inari. Bahkan saya membutuhkan tenaga ekstra, perjuangan dan tekad yang kuat untuk mencapai puncak bukitnya. Di separuh perjalanan sebelum sampai di puncak, ada warung yang menjual makanan dan es krim yang enak bangettt. Sambil menikmati es krim bisa melihat pemandangan kota Kyoto dari ketinggian.

Untuk mencapai Fushimi Inari, kali ini saya tidak naik bis karena lebih mudah dijangkau dengan kereta Nara Line. Hanya dua pemberhentian setelah stasiun Kyoto, yaitu stasiun Inari, dengan harga tiket 140 yen.

DSC_0737

DSC_0759

DSC_0787

DSC_0813

4. Kinkakuji Temple

Kinkakuji atau dalam bahasa Inggris disebut Golden Pavilion terletak di bagian utara Kyoto. Dua lantai teratas dari bangunan utamanya memang benar-benar berlapis emas murni. Di sekelilingnya ada taman tradisional khas Jepang, jika diperhatikan hampir pasti terdapat kolam dan tanaman bonsai yang menghiasinya. Yup, desain taman Jepang klasik dari masa Muromachi (1337 – 1573).

City Bus yang menjangkau kuil ini adalah yang bernomor 101 atau 205 langsung dari Stasiun Kyoto.

DSC_0938

DSC_0943

DSC_0945

DSC_0963

5. Ginkakuji Temple

Nah, kalau Ginkakuji ini adalah kuil berwarna perak atau Silver Pavilion. Hanya berbeda satu huruf saja dengan Kinkakuji. Begitu masuk ke dalam gerbang, suasananya tidak jauh berbeda antara dua kuil ini. Taman dengan pohon bonsai dan kolam yang terdapat jembatan. Yang membedakan tentu saja warna bangunan kuilnya. Saya kurang memperhatikan apakah bangunannya benar-benar berlapis perak atau tidak. Sekilas menurut saya bangunan kuil didominasi warna hitam saja. Oh iya, di depan kuil juga ada hamparan pasir putih bersih yang dibuat pola seperti ombak dan bangunan kerucut yang tumpul.

Untuk mencapai kuil ini, bisa menggunakan City Bus nomor 100.

DSC_1008

DSC_1018

DSC_1027

DSC_1037

DSC_1042

DSC_1051

6. Gion District

Salah satu alasan saya pergi ke Kyoto adalah sosok Geisha. Bukan, bukan karena saya ingin dihibur oleh Geisha yang bayarannya mahal itu. Di jaman modern saat ini, memang sudah susah menemukan wanita Jepang yang memakai Kimono, sandal tradisional dan berdandan dengan make-up tradisional yang tebal. Salah satu caranya (jika beruntung) adalah bertemu atau sekedar berpapasan dengan Geisha atau Maiko (Geisha yang masih remaja).

Tempat yang terkenal dengan Geisha-nya adalah distrik Gion. Kawasan ini menarik bagi banyak turis, karena di sini berjejer bangunan tradisional khas Jepang yang terbuat dari kayu. Kebanyakan bangunan ini dijadikan restoran kelas atas, dengan harga makanannya yang mahal. Selain itu, pengunjung juga bisa ‘memesan’ Geisha untuk menghibur mereka. Jangan salah, Geisha itu bukan wanita penghibur dalam arti yang negatif. Setiap Geisha sudah dilatih sejak menjadi Maiko untuk bisa menguasai berbagai tarian, lagu, permainan tradisional dan memainkan alat musik tradisional Jepang. Jadi tidak sembarangan wanita bisa menjadi Geisha.

Untuk menuju ke daerah Gion, saya naik City Bus nomor 100 dan turun di Gion bus stop.

DSC_0988

DSC_0991

DSC_0996Cukup beruntung bisa bertemu Geisha, meskipun hanya dapat punggungnya, karena jalannya yang terlalu cepat 

Di sini memang banyak turis yang berkeliaran dan berusaha untuk ‘berburu’ foto Geisha. Hal ini sering menyebabkan para Geisha merasa kurang nyaman. Saran saya sih, meskipun keinginan kita tinggi untuk mendapatkan foto atau gambar Geisha, jangan lupa untuk tetap menjaga etika.

7. Kyoto Imperial Palace

Kyoto Imperial Palace dulunya merupakan tempat tinggal keluarga kaisar sebelum berpindah ke Tokyo. Komplek istana ini dikelilingi oleh tembok tinggi dan taman yang luas. Sekarang komplek ini terbuka untuk wisatawan dan bahkan disediakan tur untuk pengunjung pada hari dan jam tertentu.

IMG20140529143202

IMG20140529143537

8. Nishiki Market

Nishiki Market atau dalam bahasa Jepang Nishiki Ichiba terletak di Shijo Street. Meskipun tradisional, tapi pasar yang terdiri dari 5 blok gang memanjang ini berada di belakang toko dan pusat perbelanjaan Shijo Avenue. Salah satu ciri khas Nishiki market adalah atapnya yang terbuat dari mozaik kaca yang berwarna-warni. Tempat ini merupakan surga untuk berburu bahan makanan dan sayuran segar ataupun berbagai jenis makanan tradisional Jepang dengan harga yang lebih terjangkau. Toko serba 100 yen juga banyak. Pada waktu saya ke sana, banyak penjual yang mengobral barang dagangannya, terutama sayur dan buah. Mungkin karena sudah sore. Hehehe.

IMG20140528161921Selain tempat-tempat wisata yang populer, di Kyoto juga banyak makanan khas Jepang yang enak. Berbagai olahan berbahan green tea juga banyak. Favorit saya tentu saja adalah ice cream-nya.

Advertisements

76 Comments

  1. Fira says

    Wahh..seru banget ya.Mbak..bisa minta contoh itenerary selama 2 hari di Kyoto?

  2. Liza says

    salam kenal mba Rosnah ^^, huaaa semua yg ingin saya kunjungi di kyoto sudah mba Rosnah tulis semua disini, hehe. saya berencana mengunjungi kyoto di musim gugur nanti, Insha Allah. Mba, kalau boleh saya minta itinerary + akomodasi mba selama di jepang ya:) ke alamat email saya zalira345@gmail.com

    • Hai mba Liza, salam kenal juga, itinerary sudah ku email, mungkin tidak sedetail yang diharapkan…have a nice trip ke Jepang nanti yaa 🙂

  3. Ane Setiawati says

    Malam mbak,
    Salam kenal.. Thanks buat sharing nya…sangat membantu mbak, .bolehkah diemail itinerarynya? Pembuatan visa misal akan berangkat tanggal 20 mei ini apakah masih keburu? Thanksk

    • Hi, Mbak Ane…terimakasih sudah mampir di blog saya. Proses visa Jepang menurut pengalaman saya hanya 5 hari kerja mba, asal semua berkasnya lengkap. Masih keburu lah untuk tanggal 20. Boleh banget mba nanti saya email, ke alamat mana?tapi mungkin tidak sedetail yang diharapkan ya… 🙂

  4. Aris Koto says

    salam kenal mbak…setelah Lebaran aq ada tugas ke Nagoya…..tapi pengen banget jalan2 ke Kyoto…belum pernah aq…heheheheh…boleh dong itenararynya diemail ke aq….thx mbak…ke a.iman.sukoto@gmail.com

  5. Lia says

    Haii salam kenal… Saya juga dong bisa minta tolong di kirimkan itinerary Tokyo sampe ke osakanya… Thankskiuu yaaa… :)) (lia.warbung@yahoo.com)

  6. Antya says

    salam kenal mbak.. keren banget euy jalan-jalannya, bikin ngiler, hehehe..
    kalau boleh minta sharing itinerary nya juga yah, selama trip di jepang.
    by email aja ya ke antya(dot)p(at)gmail(dot)com.. arigatou..!!

  7. stella says

    Hai salam kenal, boleh tau harga bus dari tokyo ke kyoto ? Thanks ya mba.

  8. Hi Mba Rosna, makasih bgt untuk info2nya. foto2nya juga bagus 🙂 btw semua tempat wisata ini diunjungi dalam sehari ya mba? aku cuman punya waktu sehari aja di kyoto besoknya lanjut ke Osaka-Nara. Jadi pinginnya sih semua dikunjungin. 😀

    Mau juga mba dikirimkan contoh itinerary selama di Jepang ke quinceku@gmail.com

    Arigatou!

    • Hi,…terimakasih sudah mampir di blog saya 🙂
      emm..untuk ke semua tempat ini, waktu itu saya dalam waktu 2 hari yaaa, ngga keburu klo sehari heheh…itinerary saya email

      • iya makasih udah aku terima mba. kalo menurut mba Rosna, dari Arashimaya + Sagano Tram, Fushimi Inari, Kiyomizudera, Sanjusangendo, Nishiki Market & Gion ini bisa dalam sehari ngga? *maruk* hehehe

      • hhaha kayaknya engga deh…klo mau sekedar menginjakkan kaki mungkin saja, tapi memang tidak mau jalan2 dan eksplorasi di sana? fyi, Arashiyama jaraknya lumayan dari pusat kota Kyoto apalagi mau naik tramnya juga pasti butuh waktu, Fushimi Inari juga sudah di luar kota dan arahnya berseberangan dengan Arashiyama dan klo mau menikmati Inari mesti meniti tangga yang lumayan lama, Kiyumizudera juga lumayan waktu buat keliling jalan2nya, Nishiki Market apalagi tahu sendiri kan kalau sudah di pusat perbelanjaan? hahaha actually it’s depend on you

  9. aku juga udah feeling sih mba…ahahaha kalo yg “dikorbanin” mending yg mana ya mba? terus dengan rute spt itu mendingan aku tetep beli one day bus pass ya?

    • hmm..mungkin Nishiki ya, Arashiyama dengan Bamboo Path-nya dan Fushimi Inari adalah spot paling iconic di Kyoto juga Kiyumizudera temple…kalau objek selain Fushimi Inari msh bisa dicover oleh one-day bus pass, kalau Fushimi Inari naik kereta aja Nara Line cuma dua pemberhentian dr st. Kyoto (searah menuju Nara)

  10. Jadi arashimaya, Fushimi Inari, Kiyomizudera sama Gion tetep yah? Gion maleman aman kan mba? maksudku sebelum ke Gion pingin ke nishiki baru ke gion dan di gion bentaran aja…hehehe tapi ya sudahlah kalo memang mepet, kalo maksa takut ga dapet semua akhirnya 😀

  11. novia says

    mba,, mau tanya,, bus willer ekspress terakhir smp jam brp ya?? soalnya kemungkinan saya smp tokyo jam 21.30.. rencananya mau lanjut langsung ke kyoto naik willer ekspres,., apa msh keburu ya jam nya??

  12. fadlyz says

    Salam kenal Mbak Rosnah. Terima kasih sudah sharing pengalaman trip-nya ke Kyoto. Insya Allah, saya tanggal 28-29 November nanti mau ke Kyoto, dengan terpaksa menginap di Osaka karena hotel di Kyoto sudah fully booked. Bisa minta dishare juga itinery-nya ke fadlyz@yahoo.co.uk?

  13. Halo lagi Mba Rosnah,

    Saya mau minta saran nih. Saya sedang menyusun itinerary untuk Kyoto juga. Ada temen yang bilang bahwa sebaiknya Hotel nginep di Osaka karena di Kyoto cenderung agak mahal dan susah cari penginapan. Jadi saya mungkin PP ke Kyoto via Osaka.

    Gimana menurut pendapat mba? Setelah saya baca komen2 diatas ternyata ngga cukup ya kalau mau menikmati Kyoto hanya dengan sehari, tadinya sudah saya susun dalam sehari mau ke Fushimiinari, Philosopher Walk, Kiyomizudera, Kodaiji, Saga Arashiyama. 😦

    Kalo ujung2nya ngga enjoy kayaknya akan saya perpanjang jadi 2 hari deh di Kyoto.

    Ditunggu inputnya mba.

    Terima kasih.
    Ogie

    • Untuk saat2 tertentu seperti Autumn peak atau spring peak, di Kyoto memang biasanya hotel2 pada full booked dan menjadi lebih mahal karena di sana banyak spot yang bagus. Tapi kalau pas ngga peak season harga penginapan sama aja. Kalau tujuannya memang eksplore Kyoto sih better nginep di Kyoto untuk efisiensi waktu. Pengalaman untuk ke Fushimi Inari bisa menghabiskan setengah hari begitu juga di Arashiyama karena butuh waktu untuk eksplor, beda kalau mungkin cuma ingin berkunjung dan udah…..

    • Itin Sent. Souvenir di Jepang ada di setiap tempat wisata dan harganya rata-rata sama. Kalau mau yang murah beli di Daiso atau 100 yen shop tapi biasanya produk-produk konvensional berbeda dengan yang dijual di tempat wisata. Kalau menurut saya sih beli di Kyoto Nishiki Market, lumayan agak miring harganya.

  14. Mbak boleh tau willer express yang dinaiki nomer berapa ya ini saya masih bingung mau pesan dr Tokyo ke Kyoto pilihan ada turun d stasiun Kyoto dan Gion Shijo. Terima kasih

    • Mba…kalau nomor maksudnya nomor apa ya saya lupa, saya naik dari Shinjuku turun di Stasiun Kyoto. Karena lebih gampang ke mana-mana klo dari stasiun mba..

  15. hai mbak.. mau tanya..berhubung tgl 29 April adalah showa day atau hari libur nasional di jepang, tiket willer bus malam tgl 28 April menjadi mulai dari 8,800 Yen 😥 . Akhirnya saya berencana tidak membeli Kanto Pass dan rencana naik bus dari kawaguchiko ke Kyoto (Fujikyu liner) yang kalau 4 seats in row, harganya 6,200 Yen. Mbak ada info tidak, pesan Fujikyu Liner selain lewat telpon dimana lagi?karena di websitenya, cara pemesanan lewat telpon.

    • Hai, Rizqa…itu tidak dalam sehari, aku keliling itu semua kira-kira 3 hari.. Dari Kiyomizudera ke Arashiyama naik bis kota, tapi aku ke stasiun Kyoto dulu ganti bis karena ngga ada yg langsung. sepertinya

  16. Chiara says

    Halo mba salam kenal..
    mau minta itinary nya jg dong ke chiara101010@gmail.com.
    April ini brangkat mau explore tokyo kyoto osaka 7 hari.. keburu kah?
    Apa mesti beli JR pass dulu dr sini, atau ada opsi lain mba.. makasi 🙂

    • Hai, Chiara…itin nanti aku email. 7 hari untuk ketiga kota itu, mungkin keburu kalau naik shinkansen, cuman…mungkin ngga bisa maksimal eksplorasi kota-kotanya. Kalau hanya untuk muter-muter di dalam kota, mungkin sayang kalo beli JR Pass. Bisa beli pass dalam kota saja, seperti subway pass yg bisa ditentukan sesuai jumlah hari. Untuk ke Kyoto dari Tokyo atau sebaliknya bisa naik bis, atau Shinkansen beli tiketnya satuan aja. Untuk di Kansai (Kyoto-Tokyo) bisa pakai Kansai Pass.

  17. Chiara says

    Hi salam kenal mba..
    Mau minta itinary nya jg dong dr tokyo ke osaka ke chiara101010@gmail.com
    kebetulan dah punya tiket buat april ini, tp masi bingung mau kemana aja.. makasi mba… 🙂

  18. Alfian says

    Halo mbak, dari beberapa info jepang yang saya baca ini termasuk terlengkap karena ada nomer busnya ahhaha
    Saya juga minta itinerarynya dong mbak kirim ke alfian_arifin@yahoo.com selama di jepang
    Saya rencana explore kyoto tapi tetep nginep di osaka karena rencana beli jr pass mengingat mesti PP ke tokyo-osaka pake kereta
    Klo osaka-kyoto pp kereta kan gak jauh ya mbak?
    Thanks

    • Hai Alfian, saya ada itin yg ini tpi ngga selengkap pakai nomor bis seperti yg aku tulis diblog ya. Nanti saya kirim. Osaka-Kyoto memang ngga jauh, bisa pakai kereta biasa sekitar 30 menit atau Shinkansen dr st. Shin Osaka cuma 15 menit. Tapi nanti nyambung dr stasiun Kyoto pakai kereta atau bis kota.

  19. assalamualaikum ka ros, salam kenal ya….boleh minta itinnya selama di jepang ka? email ke verawatifahmi@yahoo.com, insya allah berangkat akhir maret, selama 6 hari. rencananya sih sktr tokyo, gn fuji, osaka dan kyoto. di osaka mau ke universal std. kira” keburu gak ka? oya ka u transportasi sebaiknya pake apa ya? minta sarannya ka …thanks

    • walaikumsalam, mba vera…itin nanti saya email. Kalau mau ke USJ di Osaka, mesti disempatkan seharian sih menurutku kalau mau masuk, tapi kalau cuma di luaran aja di sekitaran tamannya sebentar juga bisa. Transportasi ke USJ maksudnya?naik kereta saja, ada kereta yg tujuan akhirnya memang USJ kok dari stasiun Osaka. Kalau selama di Jepang jelas ke mana2 efektif naik kereta karena hampir mencover semua destinasi. Untuk di Kyoto sih rekomendasi naik bis kota.

  20. Pingback: Mencari ‘Oase’ di Negeri Sakura | Langkah - Langkah Kecil

  21. Bethesda says

    Hai mba, infonya sgt berarti buat sy. Sy seklg rencana berlibur ke jpng bln Juni. Boleh minta contoh itinerary mba? Tolong di email ke jbethesda@yahoo.com Tks ya mba

  22. giana says

    Salam kenal mbak ros, sy rencana pergi tgl 7 juni ini. Blh minta kirimin itin nya mbak, ke email theseptoviogiana.yahoo.com….makasih bantuan nya membantu sekali.

  23. Meymey says

    Halo mba, boleh sy minta alamat emailny krn ada bbrrp hal yg mau sy tnykn mengenai kyoto.. thanks.

    • Waalaikumsalam…itinerary untuk yang Kyoto persis sama seperti yang sya tulis di artikel ini kok, tinggal menyesuaikan harinya saja. Untuk hostel di Kyoto, saya pernah nginap di J-Hoppers Kyoto Guesthouse dan Guesthouse Engawa, keduanya recommended karena sangat bersih dan nyaman…

    • terimakasih kak Imam..alhamdulillah jika terinspirasi, bulan November adalah saatnya melihat daun momiji yang berubah warna menjadi merah hehhee, itin saya email

  24. Hi mba, lam kenal ya. Serung banget jalan-jalan di Kyoto. Boleh lho kalau dikirim iteneary plus tempat nginap di sana. Saya rencananya mau Kyoto musim semi nanti barang 3 orang teman. Makasih ya.

    • Hallo Mba Ida, salam kenal…boleh dikirim ke mana?saya itinnya ngga cuma di Kyoto tapi waktu di Jepang. Kalau yg spesifik Kyoto, ini kayak yg ditulis di artikel ini aja sih mbak

  25. carol says

    Mba Rosnah, keren bgt ceritanya ttg ke Jepang ini. April nanti jg sy akan ke Jepang bersama keluarga dan 2 balita sy, selama 8 malam 9 hari, rute jkt-narita-jkt, hari pertama tiba sore hari, keburu ga ya ke shinjuku, shibuya, tsukiji ginza, disney sea, dan ke kyoto jg? boleh tolong buatkan itinerarynya mbak..? email sy di caroline_feehily@yahoo.com. Btw sy mau lihat sakura jg mbak, paling bagus dimana ya lokasi sakuranya..? Terima kasih sblmya ya mbak…

    • Hallo Bu Carol, 9 hari di Jepang sih lumayan lama, cukup untuk mengunjungi spot2 populer di Jepang. mampir ke Kyoto dan Osaka juga bisa. Kalau mau irit waktu perjalanan bisa naik Shinkansen untuk pindah kota. Osaka dan Kyoto bisa masing2 dua hari sisanya di Tokyo. Shinjuku, Shibuya, Tsukiji, Ginza juga bisa didatangi dalam waktu sehari asal kuat tenaganya. Di luar itu yang dekat dengan Tokyo bisa mampir ke Gn. Fuji atau Yokohama. Tempat untuk melihat Sakura ada banyak Bu, kalau di Tokyo yang terkenal di Ueno Park, dan kalau memang lagi mekar (biasanya waktunya cuma seminggau) di pinggir-pinggir jalan juga pasti banyak ketemu pohon Sakura. Itinerary saya kasih contoh punya saya aja ya Bu, buat referensi, karena minat dan waktu tiap orang bisa berbeda2…

  26. hilda says

    mau tanya, apakah stasiun kyoto itu dekat dengan terminal bis antar kota? apakah di stasiun kyoto termasuk train hikaru ke osaka? apakah jalur subway dan jr juga ada didalam stasiun kyoto?

    • Hallo Mbak Hilda, Stasiun Kyoto bersebelahan dengan terminal bis, kalau bis antar kota biasanya dia ada di kantornya. Pengalaman kemarin naik Willer Express dari Tokyo diturunin di dekat Stasiun Kyoto juga. Semua kereta keluar kota (Osaka, Tokyo) dll lewat stasiun Kyoto kok, termasuk subway juga.

  27. Halo mbak, mau tanya2 tentang itin kyoto nih..

    Aku udah buat alur2nya, point to point.. dah masih kurang yakin apa bisa terjangkau dengan one day bus pass..
    tempat yang aku kunjungi sama dengan yang di blok ini cuma urutannya beda..
    bisa minta emailnya gak mbak buat tanya2 hehe
    atau bisa kontak aku di emailku ini…

    Ditunggu ya mbak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s