City, Japan, Pictures, Trip
Leave a Comment

Terkesima Takayama

Tanpa gedung pencakar langit, tanpa jalur subway, tanpa iklan videotron yang menyilaukan mata di setiap perempatan jalan, tanpa mall, dan tanpa ratusan pejalan kaki yang berjalan terburu-buru di trotoar. Kiranya itu adalah gambaran sebuah kota kecil di daerah pegunungan Hida yang masuk dalam daftar itinerary saya untuk menyeimbangkan hiruk pikuk kota metropolitan Tokyo, mantan ibukota Kyoto, dan kota yang menurut saya absurd, Osaka.

Takayama saya pilih menjadi persinggahan terakhir saat itu, sebelum kembali ke Indonesia via bandara Kansai di Osaka. Padahal jarak tempuh tercepat ke Kansai dari Takayama adalah minimal 4,5 jam dengan dua kali berpindah kereta. Kota di Perfektur Gifu ini sudah lama menjadi incaran karena sekaligus bisa ikut tur setengah hari ke Shirakawa-go dari terminal bis Takayama. Untuk menuju Takayama, saya mengambil jalur kereta dari kota Nagoya. Dari Stasiun Nagoya terdapat kereta langsung Ltd. Express (Wide View) Hida ke Stasiun Takayama yang sepenuhnya bisa ter-cover oleh JR Pass.

Perjalanan kereta Express Hida memakan waktu hampir 2,5 jam untuk sampai ke Stasiun Takayama. Bukan waktu yang singkat untuk ukuran kereta express. Namun perjalanan kereta dijamin tidak akan membosankan. Jalur kereta ini bakalan menyajikan amazing scenic view, terutama setelah melewati Stasiun Gifu. Rel kereta di jalur Takayama Main Line ini benar-benar berada di pinggir sungai dan beberapa kali melewati rel di atas jembatan melintasi sungai. Sungai -yang entah apa namanya- ini juga dijadikan bendungan di beberapa titik alirannya. Airnya sangat jernih, mengalir di antara bebatuan dengan dinding tebing di sampingnya. Tapi ada kalanya airnya tenang, seperti tidak mengalir karena ada perbedaan kedalaman, sehingga tampak berwarna toska.

Dari pengalaman ini saya berkesimpulan kenapa kaca jendela Ltd. Exp. (Wide View) Hida dibuat sangat lebar. Sepertinya memang sengaja untuk memanjakan para penumpang dengan pemandangan di sepanjang jalur kereta.

Tips: ambil jadwal kereta pada pagi atau siang hari dan pilih tempat duduk di dekat jendela agar bisa menikmati perjalanan, dan siapkan kamera Anda.

Saya memilih hostel J-Hoppers Hida Takayama untuk menginap dua malam di Takayama. Jaringan hostel ini bisa dikatakan favorit saya di Jepang. Selain murah dan tempat tidur futonnya sangat enak, semua resepsionisnya juga sangat friendly dan helpful, sama seperti saat di Osaka dan Kyoto. Dapurnya juga lengkap, luas dan cozy.

IMG_20151120_141034

Untuk menjelajah kota Takayama tidak perlu naik angkutan umum, karena memang tidak tersedia di sini. Cukup berjalan kaki saja, toh jalan raya juga sangat sepi dari kendaraan bermotor. Yang tidak boleh dilewatkan adalah Kawasan Old Town Takayama. Jika dari arah Stasiun Takayama berjalanlah ke arah timur sampai menyeberangi sungai Miyagawa. Terdapat beberapa jembatan yang menghubungkan jalan di setiap gang.

Kawasan Old Town Takayama begitu cantik dengan deretan bangunan tua khas Jepang. Bangunan dari peninggalan Zaman Edo (1600-1868) ini masih terjaga dengan baik sampai saat ini. Mayoritas bangunan-bangunan ini digunakan untuk menjual kerajinan tangan khas Takayama, ada beberapa yang merupakan restoran, dan ada juga yang merupakan rumah tinggal pribadi. Semakin cantik karena ada aliran air jernih di kanan-kiri jalan persis di depan pintu masing-masing bangunan, apalagi ditambah pot-pot bunga yang tertata rapi sejajar di samping pintu.

Selain deretan bangunan tua di kawasan Old Town, ada juga sudut jalan yang bangunannya justru modern bahkan mirip bangunan di Eropa. Terdiri dari restoran yang menunya juga Eropa banget, minimarket, butik, dan distro yang menjual pakaian-pakaian kasual. Letaknya di seberang sungai sebelum melewati jembatan ke kawasan Old Town.

Satu lagi yang tidak boleh terlewatkan adalah Miyagawa Morning Market, pasar pagi di pinggir Sungai Miyagawa yang mulai buka sekitar jam 06.30 sampai siang. Lapak-lapak pedagang di sini menjual berbagai macam buah, sayuran, street foods, dan produk kerajinan. Datanglah ke tempat ini dengan perut kosong, dijamin pulang dengan kenyang asal tidak lupa membawa uang. 🙂

Takayama tidak salah saya pilih sebagai singgahan terakhir. Budaya lokal yang begitu kental dan asrinya suasana kota kecil berhasil menjadi finishing touch sempurna perjalanan saya, untuk sebuah memori yang tidak akan terlupakan sampai kapanpun.

DSC_0837IMG_20151121_083509

Miyagawa Morning Market

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s