China, Landscape, Trip
Comments 2

One Day Trip to Mt. Huashan: Salju di Bulan Mei

Setelah menempuh perjalanan dari Xi’an dan akhirnya bisa sampai di ticket hall atau visitor center menuju pendakian Huashan, saya disambut oleh pemandu yang sangat ramah. Dia bukan memandu treking di Huashan, tapi hanya menjelaskan bagaimana gambaran jalur hiking dan macam-macam rutenya. Dari informasi yang saya peroleh, Mount Hua atau dalam bahasa China, Hua Shan, adalah salah satu dari 5 gunung terbesar di daratan China. Terdapat 5 titik puncaknya, yaitu:

East Peak, memiliki ketinggian 2.090 meter dan sebagai spot untuk menyaksikan sunrise. Butuh sekitar 4 sampai 6 jam untuk mendaki sampai ke puncaknya. Normalnya jika memulai pendakian dari malam hari di titik ini.

Middle Peak, masih menyatu dengan East Peak dan berada di tengah antara East Peak, South Peak dan West Peak.

South Peak, memiliki ketinggian 2.160 meter dan merupakan yang tertinggi.

West Peak, memiliki ketinggian 2.086,6 meter dan di sini terdapat sebuah kuil Taoist di puncaknya.

North Peak, memiliki ketinggian 1.614 meter.

Saat kondisi cuaca hujan seperti ini, dan bagi yang memulai treking siang hari seperti saya, ada cara mudah untuk sampai ke atas. Dengan naik cable car. Ada dua titik yang bisa diakses dengan cable car, yaitu West Peak dan North Peak.

Di bagian North Peak, kita dapat menikmati cable car sepanjang 1.500 meter dengan waktu tempuh sekitar 8 menit. Sedangkan di bagian West Peak kita akan menaiki cable car sepanjang 4.211 meter yang menjulang ke atas dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. Nah, setelah dipikir dengan pertimbangan kepuasan dan pengalaman yang akan saya dapatkan, saya memilih untuk mendaki di jalur West Peak.

 

img_20160514_113548_hdr

Red carpet

dsc02898

Selamat datang di Huashan

Untuk mencapai stasiun cable car, saya harus naik bus dari ticket hall ini. Tiket bus bisa dibeli di loket seharga 40 Yuan, dan selain tiket bus, semua pengunjung yang masuk ke kawasan wisata Huashan diwajibkan membeli tiket Mt. Huashan Secenic Spot seharga 180 Yuan. Jadi total harga tiket yang saya beli sebelum naik cable car adalah 220 Yuan.

Kelar urusan di loket tiket, si pemandu tadi langsung mengarahkanku menuju bagian belakang gedung di mana bus sudah menunggu. Dua tiket yang saya beli wajib ditunjukkan pada petugas, dan seingat saya paspor/identitas juga diminta untuk diperiksa dan discan oleh petugas, baru saya diperbolehkan naik ke bus yang akan menuju ke West Peak.

Tak sampai 5 menit, bus sudah penuh dengan penumpang. Tandanya, meskipun hujan tapi antusiasme orang-orang ini tidak berkurang. Bus pun mulai melaju, perjalanan menuju cable car West Peak tidak lebih dari 30 menit. Dari dalam bus, pemandangan pegunungan batuan sudah mulai terlihat di kanan-kiri jalan. Identik seperti gambaran negeri Tiongkok yang saya lihat di serial tv Kera Sakti. Jalan berkelok membuat saya sedikit menahan nafas apalagi kondisi jalan yang licin karena hujan sempat membuat saya takut bus tergelincir.

Akhirnya bus sampai dan semua penumpang turun menuju anak tangga. Entah berapa puluh anak tangga yang harus saya naiki sebelum ke loket tempat tiket cable car. Di sini saya harus membeli tiket lagi seharga 140 Yuan untuk sekali jalan. Bukan sebuah harga yang murah memang.

img_20160514_123139_hdr

View dari gondola

Saya langsung menuju ke tempat boarding tanpa mengantri, dan di sini lah saya mulai was-was lagi. Tiba saatnya sebuah gondola datang, namun di saat itu hanya ada saya sendirian. Ku pikir si petugas yang berjaga bakal menyuruh saya menunggu penumpang yang lain sebelum gondola melaju ke atas. Ternyata tidak. Saya disuruh masuk ke dalam gondola seorang diri karena tak ada penumpang lain yang mengantri. Gondola mulai bergerak, pelan-pelan meninggalkan stasiun, menggantung hanya pada sebuah kabel.

Oh My God! Berada di gondola sendirian yang seharusnya bisa diisi 5-6 orang, semakin tinggi meninggalkan daratan, mulai berayun dan bergoncang karena angin. Tebing pegunungan samar-samar terlihat karena tertutup kabut tebal. Di luar masih hujan sehingga derasnya air menabrak gondola, menambah tingkat kengerian. Kadar adrenalin saya semakin tinggi, hanya keluarga yang saya ingat waktu itu. Karena apa yang sedang saya lakukan ini jelas mereka tak tahu. Menjeritpun tak mungkin ada yang bisa mendengar, jadi yang saya lakukan selama 20 menit perjalanan kebanyakan adalah berdoa dan swafoto. It’s something like “please don’t tell my mother”.

Dua puluh menit terlama dalam hidup saya. Namun saya percaya apapun pasti akan berlalu, pun pada dua puluh menit dalam gondola ini. Lega, saya bisa menginjakkan kaki di daratan lagi meskipun berada di ketinggian pegunungan batu. Bergegas saya menuju pintu keluar mecari jalan menuju treking. Kali ini saya berharap semoga saya tidak tersesat.

Kecewa, masih hujan ternyata. Sial rasanya sudah sampai di sini saya mesti hujan-hujanan meniti treking yang mungkin hanya sebisa kaki ini melangkah. Langsung saya buka payung yang memang selalu saya bawa. Eh tapi, ada yang aneh dengan rintik hujan yang turun. Kok berwarna putih? Apa karena saking derasnya? Air jatuhannya di tanah pun berwarna putih dan beku seperti es. Masyaallah, ternyata ini butiran es lembut yang jatuh, bukan air hujan seperti yang biasa saya rasakan. Hujan salju di bulan Mei?.

dsc02738-1

Gerbang menuju cable car

dsc02739-1

Salju mulai turun

dsc02750-1

Salju semakin lebat

dsc02756-1

Jalan setapak di pinggir jurang

dsc02770-1

Hujan salju lebat

dsc02797-1

Jalan setapak, pohon pinus, dan tebing

Tiba-tiba kekecewaan saya berubah menjadi rasa girang. Sebagai makhluk tropis, melihat salju adalah anugerah hanya bagi mereka yang mau berjalan jauh menuju daerah subtropis. Itupun kemungkinan hanya di musim dingin. Ini sudah masuk musim semi menuju panas di belahan bumi utara. Dingin, sangat dingin. Suhu pasti di bawah 5 derajat Celsius, tapi anehnya badan saya tak menggigil padahal tak memakai coat, hanya jaket biasa dan kaos. Saya gembira bukan main, ini hujan salju pertama dalam hidup saya. Norak? Iya.

Saya semakin semangat meniti jalan setapak mengikuti papan petunjuk kecil yang ada di setiap persimpangan. Hujan salju semakin deras membuat jalanan di tengah hutan licin. Mesti ekstra hati-hati karena di samping saya adalah tebing. Saat tumpukan salju sudah mulai menebal, tanpa rasa malu sesekali saya meminta pengunjung yang kebetulan berpapasan untuk mengambilkan foto untuk saya. Tak seperti biasanya, jika bukan karena ada salju.

img_20160514_131858_hdr

Maaf, norak!

dsc02794-1

My dirty shoe

dsc02789-1

Pine tree

dsc02785-1

White snow

dsc02781-1

Meniti jembatan di samping tebing

dsc02779-1

Sebelah kanan tebing, sebelah kiri jurang

dsc02860-1

Stucks of snow on branches

Waktu tak terasa saya habiskan hanya untuk berjalan melewati beberapa tebing, namun belum sampai puncak. Kabut pun masih tebal sehingga menutupi keindahan tebing-tebing yang menjulang. Jujur di sini saya kecewa, keinginan untuk meniti di treking sempit nan curam terpaksa saya pendam dahulu. Saya memutuskan tak berjalan terlalu jauh, karena harus kembali lagi ke stasiun cable car untuk turun dan mengambil bus menuju ticket hall. Jadwal kereta ke Xi’an jam 17.15 menuntut saya kembali ke ticket hall setidaknya satu jam sebelumnya.

Kembali menaiki cable car, untungnya kali ini saya tak sendirian. Bersama satu keluarga ayah-ibu-anak berada dalam gondola turun, lumayan menghibur kali ini. Saya sampai di ticket hall sebelum jam 4 sore dan langsung naik taxi menuju Huashan North.

dsc02884-1

Di dalam gondola turun

Setelah melewati security dan pemeriksaan tiket, saya duduk di ruang tunggu. Badan basah dan masih kedinginan. Namun lega dan senang, karena hari ini berhasil menyelesaikan ‘misi’ yang nyaris impossible akibat cuaca buruk. Perjalanan yang sebenarnya agak ragu saya jalani, namun berakhir dengan mendapat kejutan di luar bayangan, hujan saljuuuu. Meskipun begitu, saya belum sepenuhnya puas, saya masih ingin menaklukan puncak Huashan. Menantang adrenalin lebih tinggi dengan meniti jalan setapak di tebing-tebingnya, lalu menyaksikan cakrawala dari atas pegunungan batuannya. Entah kapan, namun saya ingin kembali, semoga. Aamiin.

trail

Image Credit: wanderpi.com — Kondisi yang diharapkan

Advertisements

2 Comments

  1. Pingback: One Day Trip to Mt. Huashan: Perjalanan dengan Kereta Cepat | Langkah - Langkah Kecil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s