All posts filed under: Culinary

Muslim Quarter: Heaven of Delicacies in Xi’an

Just take a walk to the north of Xi’an Drum Tower in city center, you will find hundreds of food vendors along the street. This about-500-meter-long street is called Beiyuanmen Muslim Street or also better known as Xi’an Muslim Quarter. Just as its name, here is the place for Muslim community in city of Xi’an, Shaanxi Province, China. They live around the city center and are the descendants of Hui tribe. That’s why there are about ten mosques around this area including The Great Mosque. During three-day stay in the city of Xi’an, there was no day I missed to go here. Of course for adventuring the authentic local Chinese foods, and I swear I never regretted. The sounds of the crowded street, the sights of the vendors and shoppers, and the smells are very fantastic. Moreover, I could choose any food and no need to worry to eat it. There are lots of barbecue food offered here, the most common is lamb but they also have lots kind of food made from chicken, beef, …

Menyusuri Keklasikan Dalam Keberagaman Etnis di George Town

Matahari begitu terik ketika pesawat Malaysia Airlines yang membawa kami dari Kuala Lumpur mendarat sempurna di Penang International Airport. Bandara yang tidak begitu besar, namun bersih dan terlihat baru direnovasi. Kami bergegas keluar dari terminal ‘ketibaan antara bangsa’ (kedatang) dan disambut oleh orang-orang yang menjemput para penumpang sementara kami tertuju mencari halte bis umum. Meskipun baru pertama kali menginjakkan kaki di bandara ini, namun tidak sulit menemukan letak halte yang kami maksud. Tidak perlu berjalan jauh, cukup melintasi parkiran mobil dan taxi setelah keluar dari pintu. Penang International Airport Suhu udara waktu itu mungkin lebih dari 30 derajat celcius, sehingga cukup membakar kulit. Apalagi bis yang kami tunggu tidak juga melintas. Akhirnya setelah lebih dari 15 menit berlalu, Rapid Penang nomor 401E jurusan Balik Pulau-Jetty datang. Tujuan kami adalah terminal bis KOMTAR. Perlu diperhatikan bahwa semua bis 401E yang melintas di bandara, baik yang arah pergi atau balik menuju KOMTAR akan lewat di situ. Sehingga harus memperhatikan layar digital di bagian atas depan bis. Jika menunjukkan Jetty-Balik Pulau berarti dari KOMTAR sedangkan Balik Pulau-Jetty akan …

Mengintip Modernitas di Negeri Seribu Satu Larangan

Pernah saya membaca di timeline twitter, “Singaporean people says how lucky you Indonesian..all your tourism destination is God made and all Singapore destination is man made”, benarkah?. Saya jadi ingin mengintip dan membandingkannya 😀 Marina Bay Sand Akhir September ini saya bertandang ke Singapura, setelah memesan tiket, mencari penginapan dan merencanakan perjalanan secara tiba-tiba. Sebagai negara pertama yang saya kunjungi dalam perhelatan ke luar negeri dalam hidup saya, banyak hal yang ingin saya ‘cicipi’ khususnya yang di Indonesia tidak ada. Okesip. Mengikuti budget travel yang memang kecil dan berbekal hasil browsing, saya dan sahabat @a_liensky pun berani hanya mengandalkan transportasi umum untuk keliling menuju spot-spot yang menjadi target tujuan. Ternyata sangat mudah, meskipun baru pertama dan tak ada satupun petugas yang bisa diminta informasi namun rambu dan papan petunjuk sangat membantu di sana. Seperti pepatah, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung, saya pun harus mengikuti segala peraturan yang diterapkan di sana. Di negara yang sudah maju ini, memang segalanya sangat teratur. Bisa dicerminkan lewat kebiasaan orangnya ketika di jalan raya. Pertama, di sana …

Es Krim Ragusa dan Suasana Tempo Dulu di Tengah Jakarta

Teriknya matahari siang Jakarta, tidak membuat saya mengurungkan niat untuk menyambangi Jl. Veteran I Jakarta Pusat. Tentu bukannya tanpa tujuan, sudah lama saya ingin ke sini untuk mencicipi es krim salah satu kedai es krim tertua di Ibu Kota. Jalan Veteran I terletak di sebelah Masjid Istiqlal, seberang halte Busway Juanda. Menyusuri jalan dengan panjang sekitar 200 meter ini mengingatkan saya dengan Jalan Braga di kota Bandung. Trotoar dan bangunan di pinggirnya kurang lebih bernuansa sama, jajaran bangunan tua untuk bisnis dan usaha. Jajaran kafe, resto dan kedai di Jalan Veteran I Seorang pria tertidur pulas di emperan salah satu resto Jl. Veteran I Kursi dan meja resto yang sengaja ditata di trotoar Restoran kuliner India di ujung Jalan Veteran I Tidak terlalu jauh berjalan, tempat yang saya cari akhirnya ketemu. Memang titik ini yang paling ramai di antara bangunan-bangunan yang lain, kedai Es Krim Ragusa. Konon tempat ini sudah berdiri sejak Indonesia belum merdeka, yaitu tahun 1932. Mengusung cita rasa khas Italia, nampaknya tempat ini memang sudah cukup terkenal. Begitu masuk, saya bingung harus …

Kota Malang, Bromo dan Pak Beye

Akhirnya, penantian kami terbayarkan juga pada awal Mei ini. Rencana trip ke Bromo dan sekitarnya yang sudah direncanakan hampir tiga bulan sebelumnya, berujung pada hal-hal menarik yang kami alami selama perjalanan. Ya, saya yang awalnya hanya merencanakan perjalanan ini dengan sahabat sejak kuliah, Dian dan Rosi, akhirnya ‘memboyong’ juga teman-teman kantor. Dari yang paling senior bahkan sudah jadi Pejabat, Pak Didik sampai para staf yang pada ngga tahu diri untuk mem’bully’sang senior, Yogi, Yuli, Arif dan Rayi. Perjalanan saya mulai dari hari Jumat sore sepulang jam kantor. Saya bersama Rayi, Yogi, Arif dan Pak Didik memilih naik kereta Gajayana dari Stasiun Gambir menuju Stasiun Malang. Dengan harga tiket 375 ribu rupiah, kereta berangkat jam 18.20 dan sampai di Malang sekitar jam 10.30 keesokan harinya. Berbeda dengan tiga rekan saya yang menempuh perjalanan udara, Yuli dari Jakarta langsung ke Malang sedangkan Dian dan Rosi dari Jakarta menuju Surabaya baru lanjut ke Malang. Akhirnya kami pun bertemu di penginapan yang telah dipesan dari Jakarta, Hotel Edotel. Hotel milik SMKN 3 Malang ini terletak di Jl. Surabaya No. …

Palu, Kota di Antara Teluk dan Lembah

Palu merupakan sebuah kota dan ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah Indonesia. Dibandingkan dengan kota-kota lain di Pulau Sulawesi seperti Makassar dan Manado, mungkin namanya tidak terlalu familiar. Kota Palu terletak di pinggir Teluk Palu dan terbatas sampai lembah atau dataran tinggi Palu. Jika dilihat dari peta atau dari foto udara, maka bentuknya akan menyerupai huruf U. Terdapat bandara kecil yang melayani penerbangan dari dan ke beberapa kota yaitu Bandara Mutiara. Hampir  tak ada pesawat yang berlama-lama parkir di bandara ini. Ketika sebuah pesawat mendarat dan menurunkan penumpangnya, maka langsung akan menaikan penumpang lagi. Dan sekejap bandara akan kembali sepi. Sekedar info, jika mengambil penerbangan dari Jakarta ke kota Palu, akan lebih singkat waktu jika Anda tidak menggunakan pesawat Garuda. Karena penerbangan Garuda Indonesia menuju Palu harus transit di Makassar, dengan total waktu tempuh Jakarta – Palu bisa sampai 4 jam. Berbeda dengan Lion Air, misalnya, hanya akan membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam saja dari atau ke Jakarta tanpa transit. Secara astronomis, Kota Palu terletak kurang dari satu derajat Lintang Selatan sehingga menyebabkan kota ini terkesan …