All posts filed under: Jalan-jalan

Es Krim Ragusa dan Suasana Tempo Dulu di Tengah Jakarta

Teriknya matahari siang Jakarta, tidak membuat saya mengurungkan niat untuk menyambangi Jl. Veteran I Jakarta Pusat. Tentu bukannya tanpa tujuan, sudah lama saya ingin ke sini untuk mencicipi es krim salah satu kedai es krim tertua di Ibu Kota. Jalan Veteran I terletak di sebelah Masjid Istiqlal, seberang halte Busway Juanda. Menyusuri jalan dengan panjang sekitar 200 meter ini mengingatkan saya dengan Jalan Braga di kota Bandung. Trotoar dan bangunan di pinggirnya kurang lebih bernuansa sama, jajaran bangunan tua untuk bisnis dan usaha. Jajaran kafe, resto dan kedai di Jalan Veteran I Seorang pria tertidur pulas di emperan salah satu resto Jl. Veteran I Kursi dan meja resto yang sengaja ditata di trotoar Restoran kuliner India di ujung Jalan Veteran I Tidak terlalu jauh berjalan, tempat yang saya cari akhirnya ketemu. Memang titik ini yang paling ramai di antara bangunan-bangunan yang lain, kedai Es Krim Ragusa. Konon tempat ini sudah berdiri sejak Indonesia belum merdeka, yaitu tahun 1932. Mengusung cita rasa khas Italia, nampaknya tempat ini memang sudah cukup terkenal. Begitu masuk, saya bingung harus …

Jelajah Pulau Bersejarah Onrust, Kelor dan Cipir

Menyambangi utara Jakarta sebenarnya bukan pilihan favorit saya untuk menghabiskan akhir pekan. Kawasan yang berudara panas menyengat, becek, bau amis, sampah di mana-mana merupakan gambaran Pesisir utara Jakarta. Genangan air berwarna coklat pekat dan ceceran sampah hampir saya jumpai sepanjang jalan di daerah Kamal. Inilah yang membuat saya berdecak miris sepanjang melintasi kawasan ini. Jika bukan karena destinasi Kepulauan Seribu, mungkin saya tak pernah berniat untuk menginjakan kaki di Muara Kamal. Salah satu pelabuhan nelayan ini biasanya dipakai para ‘low budget traveler’ untuk menuju ke kepulauan seribu. Karena jika dibandingkan melalui pelabuhan Marina Ancol yang diisi kapal-kapal fery yang sewanya mahal, di sini cukup menumpang kapal nelayanpun kita bisa sampai ke pulau tertentu. Well, kita lupakan sejenak pemandangan di pinggir Jakarta ini, karena saya hendak menuju ke Taman Arkeologi Onrust di Kepaulan Seribu. Terletak sekitar 14 km di utara Jakarta, taman bersejarah ini terdiri dari empat pulau yaitu Pulau Onrust, Pulau Kelor, Pulau Cipir dan Pulau Bidadari. Khusus untuk Pulau Bidadari, karena sekarang lebih dikenal sebagai pulau resort, walaupun ada peninggalan sejarah juga di sana, …

The Golden Sunrise from Sikunir, Dieng

Dieng is a plateau located between Banjarnegara and Wonosobo regency, Central Java Indonesia. This region has some unique things, such as geographical location, culture and its beautiful mountainous vistas. Here are some views when I was enjoying the golden sunrise from Sikunir Hill, Dieng a couple months ago.. The sunrise hunters Mount Sindoro view

Kota Malang, Bromo dan Pak Beye

Akhirnya, penantian kami terbayarkan juga pada awal Mei ini. Rencana trip ke Bromo dan sekitarnya yang sudah direncanakan hampir tiga bulan sebelumnya, berujung pada hal-hal menarik yang kami alami selama perjalanan. Ya, saya yang awalnya hanya merencanakan perjalanan ini dengan sahabat sejak kuliah, Dian dan Rosi, akhirnya ‘memboyong’ juga teman-teman kantor. Dari yang paling senior bahkan sudah jadi Pejabat, Pak Didik sampai para staf yang pada ngga tahu diri untuk mem’bully’sang senior, Yogi, Yuli, Arif dan Rayi. Perjalanan saya mulai dari hari Jumat sore sepulang jam kantor. Saya bersama Rayi, Yogi, Arif dan Pak Didik memilih naik kereta Gajayana dari Stasiun Gambir menuju Stasiun Malang. Dengan harga tiket 375 ribu rupiah, kereta berangkat jam 18.20 dan sampai di Malang sekitar jam 10.30 keesokan harinya. Berbeda dengan tiga rekan saya yang menempuh perjalanan udara, Yuli dari Jakarta langsung ke Malang sedangkan Dian dan Rosi dari Jakarta menuju Surabaya baru lanjut ke Malang. Akhirnya kami pun bertemu di penginapan yang telah dipesan dari Jakarta, Hotel Edotel. Hotel milik SMKN 3 Malang ini terletak di Jl. Surabaya No. …

Palu, Kota di Antara Teluk dan Lembah

Palu merupakan sebuah kota dan ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah Indonesia. Dibandingkan dengan kota-kota lain di Pulau Sulawesi seperti Makassar dan Manado, mungkin namanya tidak terlalu familiar. Kota Palu terletak di pinggir Teluk Palu dan terbatas sampai lembah atau dataran tinggi Palu. Jika dilihat dari peta atau dari foto udara, maka bentuknya akan menyerupai huruf U. Terdapat bandara kecil yang melayani penerbangan dari dan ke beberapa kota yaitu Bandara Mutiara. Hampir  tak ada pesawat yang berlama-lama parkir di bandara ini. Ketika sebuah pesawat mendarat dan menurunkan penumpangnya, maka langsung akan menaikan penumpang lagi. Dan sekejap bandara akan kembali sepi. Sekedar info, jika mengambil penerbangan dari Jakarta ke kota Palu, akan lebih singkat waktu jika Anda tidak menggunakan pesawat Garuda. Karena penerbangan Garuda Indonesia menuju Palu harus transit di Makassar, dengan total waktu tempuh Jakarta – Palu bisa sampai 4 jam. Berbeda dengan Lion Air, misalnya, hanya akan membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam saja dari atau ke Jakarta tanpa transit. Secara astronomis, Kota Palu terletak kurang dari satu derajat Lintang Selatan sehingga menyebabkan kota ini terkesan …

Mampir ke Bumi Batak: Toba

Siapa sih yang ngga mau mampir ke Danau Toba? Sebagai salah satu tujuan wisata yang popular di Indonesia bahkan sudah sampai ke mancanegara, Danau Toba selalu menjadi idola bagi siapapun yang berkesempatan berkunjung ke Kota Medan, Sumatera Utara. Namun, untuk menuju ke Parapat, kota di tepi Danau Toba, memang membutuhkan perjuangan. Saat berkunjung ke Medan bulan November 2011, saya mendapat kesempatan untuk mampir ke Danau Toba. Ternyata untuk sampai  ke sana dibutuhkan waktu sekitar 4 sampai 5 jam perjalanan darat, tidak ada alternatif lain. Untuk menuju Kota Parapat terdapat kendaraan umum berupa Bus jurusan Medan – Parapat maupun travel bus. Atau bias juga ditempuh lewat Berastagi. Danau Toba merupakan danau vulkanik terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Memiliki luas sekitar 3.000 kilometer persegi, danau ini terbentuk akibat ledakan erupsi yang terjadi sekitar 73.000 – 75.000 tahun yang lalu. Untuk menikmati Danau Toba, saya berangkat dari Medan siang hari dan sampai di Parapat menjelang malam. Tidak punya waktu memang untuk melihat indahnya hamparan air danau karena kondisi kota sudah gelap dan hanya lampu yang menerangi …