All posts filed under: Singapore

City Tracking, Bentuk Wisata Gratis di Singapura

Bukan Universal Studio ataupun wisata belanja yang saya cari di negara yang terkenal dengan patung Merlionnya ini, jelas saja dengan prinsip budget sekedarnya saya hanya mencari petualangannya. Ada banyak tempat yang bisa saya kunjungi dengan gratis tanpa tiket masuk maupun iuran ‘suka rela’ dengan kedok biaya perawatan, namun bukan berarti tanpa kesan. Sebagai penyuka sight seeing sambil jalan kaki menyusuri kota, banyak hal-hal tak terduga yang bisa ditemui. Nuansa Tirai Bambu di Chinatown Turun di stasiun Chinatown dan langsung memasuki kawasan semacam pujasera yang menjual makanan khas negeri tirai bambu. Namun hampir tak satupun nama-nama makanan di sana yang saya tahu. Jelas saja, semua menggunakan huruf kanji 😀 . Berjalan melewati beberapa gang, ternyata masing-masing menawarkan nuansa yang berbeda. Ada satu jalan yang berisi deretan penjual souvenir khas Singapura namun bernuansa China. Ada juga deretan toko-toko yang khusus menjual camilan dan makanan khas china. Yang membuat saya sedikit excited adalah ketika menemukan sebuah jalan bernama Mosque St. Pertama saya pikir hanya sebuah nama, ternyata di ujung jalan ini memang benar-benar terdapat sebuah masjid, yaitu Masjid …

Mengintip Modernitas di Negeri Seribu Satu Larangan

Pernah saya membaca di timeline twitter, “Singaporean people says how lucky you Indonesian..all your tourism destination is God made and all Singapore destination is man made”, benarkah?. Saya jadi ingin mengintip dan membandingkannya 😀 Marina Bay Sand Akhir September ini saya bertandang ke Singapura, setelah memesan tiket, mencari penginapan dan merencanakan perjalanan secara tiba-tiba. Sebagai negara pertama yang saya kunjungi dalam perhelatan ke luar negeri dalam hidup saya, banyak hal yang ingin saya ‘cicipi’ khususnya yang di Indonesia tidak ada. Okesip. Mengikuti budget travel yang memang kecil dan berbekal hasil browsing, saya dan sahabat @a_liensky pun berani hanya mengandalkan transportasi umum untuk keliling menuju spot-spot yang menjadi target tujuan. Ternyata sangat mudah, meskipun baru pertama dan tak ada satupun petugas yang bisa diminta informasi namun rambu dan papan petunjuk sangat membantu di sana. Seperti pepatah, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung, saya pun harus mengikuti segala peraturan yang diterapkan di sana. Di negara yang sudah maju ini, memang segalanya sangat teratur. Bisa dicerminkan lewat kebiasaan orangnya ketika di jalan raya. Pertama, di sana …