All posts tagged: #Asia

10 Hari: 5 Negara dan 7 Kota Asia Tenggara (1)

“Traveling is about survival, fast adaptation, learning different perspective, accept uncertainty, and kick yourself from comfort zone” Saat itu saya berpikir ingin melakukan sesuatu yang baru, dan perlu ‘memaksakan’ diri untuk mewujudkannya. Yang juga terpikirkan di kepala adalah ingin menghabiskan jatah cuti tahunan yang tak mau begitu saja hangus. Secara tak sengaja saya juga menemukan sebuah maskapai penerbangan yang menggelar promo penerbangan Jakarta – Ho Chi Minh hanya 700 ribu rupiah dengan waktu transit yang cukup lama di Singapura. Jadilah ide untuk cross country ke beberapa Negara Asia Tenggara muncul di kepala. Negara Asia Tenggara atau sebut saja ASEAN merupakan Negara bebas visa bagi pemegang paspor Indonesia. Hal ini bisa jadi kesempatan kamu untuk bepergian ke luar negeri tanpa repot mengurus visa. Sekaligus untuk menambah perbendaharaan Negara yang dikunjungi, terutama kamu yang travel addict. Begitu pun pikir saya. Beberapa Negara terletak di satu daratan yang biasa disebut Indochina, sehingga memungkinkan untuk dilakukan perjalanan darat menyeberang ke beberapa Negara sekaligus. Saya mulai berpikir demikian. Dimulai dari paling selatan, Vietnam, merambat ke utara Kamboja, kemudian bisa ke …

Obrolan Kecil di Masjid Besar Xian

Empat hari saya di Xián selalu diakhiri dengan mencari makanan di sepanjang Beiyuanmen Street atau Muslim Quarter, mencicipi makanan yang sama sekali asing di lidah dan menikmati ramenya jika hari memasuki malam. Namun di satu sore saat itu, saya menyempatkan datang lebih awal menjelang waktu Solat Ashar. Tujuan saya ke sebuah masjid tua yang terletak di samping jalan itu. Masjid yang konon adalah masjid terluas di daratan China. Dari Drum Tower tak jauh di samping kiri jalan, dekat toko souvenir, gapura di depan gang menuju masjid berdiri dengan tegap. Untuk menuju ke masjid, saya harus melewati puluhan kios souvenir begitu berbelok ke dalam gang. Mungkin ada sekitar 200 meter panjangnya, berbagai pernak pernik khas negeri Tiongkok dijual di sini. Sesekali saya pun ditawari untuk melihat-lihat, meskipun saya tak mengerti benar arti ucapan para pedagang di sana, namun bahasa tubuh mereka terlihat jelas. Sayangnya, saya selalu dikira berasal dari Malaysia. Tepat di ujung lorong deretan kios-kios tadi, pintu masuk ke area masjid berada. Lumayan membingungkan memang, saya awalnya juga sempat ragu apakah benar di sini letak …

Sore di Xian City Wall

Badan belum terlalu lelah dan kaki masih sanggup berjalan meskipun setengah hari sudah saya habiskan di Lintong, mengunjungi Terracotta Army Museum. Sempat istirahat sebentar di hotel dan mengganti baju yang basah kehujanan di Lintong, saya melanjutkan eksplorasi kota tua Xián. Kali ini saya ingin menyusuri tembok besar yang mengelilingi area tempat saya tinggal, tembok yang mengelilingi pusat kota, Xián Ancient City Wall. Jarak ke gerbang selatan (South gate) hanya satu stasiun subway dari Bell Tower,  yaitu dekat stasiun Yongningmen (Line 2), jadi saya memilih untuk berjalan kaki saja menyusuri trotoar yang sangat lebar sembari menikmati udara sore yang cukup dingin. Gerbang ini merupakan pintu masuk utama bagi pengunjung, sekaligus yang memiliki desain paling indah. Lobby tiket berada di bawah tembok yang menjulang setinggi 12 meter. Tepat sebelum pintu gerbang yang sangat megah, yang ketika saya memasukinya berasa masuk ke dunia film kolosal China. Iya, untuk bisa berjalan menyusuri tembok ini tidaklah gratis. Setiap pengunjung dewasa dikenakan biaya 54 Yuan. Persis di depan pintu masuk menuju tangga-tangga curam ada sebuah amphi theatre yang digunakan untuk pertunjukan …

One Day Trip to Mt. Huashan: Perjalanan dengan Kereta Cepat

Sehari sebelum berangkat, Li Li, teman seperjalanan ke Musium Terracotta Warrior, sempat memperingatkanku bahwa hari ini akan hujan sepanjang hari. Dia menanyakan apakah saya yakin akan tetap berangkat ke Huashan. Mungkin juga akan berbahaya jika saya tetap memaksakan diri treking di pegunungan yang terkenal sebagai salah satu “the most dangerous track in the world”. Apalagi tiket kereta cepat yang sudah saya beli lewat travelchinaguide.com sayang jika hangus begitu saja. Belum lagi Mt. Huashan adalah salah satu tujuan saya datang ke Xian, jadi tanpa ragu dan bimbang meskipun sedikit galau saya semangat tetap pergi dalam kondisi cuaca apapun. Dari Bell Tower, saya naik subway menuju ke stasiun Xian North untuk mengejar kereta pukul 09.19 pagi yang akan membawa saya ke Huashan North, stasiun terdekat menuju pegunungan Hua (Hua Shan). Di kota Xian ada dua stasiun besar yang menghubungkan Xian dengan kota-kota lain di Tiongkok, yaitu Xian North dan Xian Railway. Xian North adalah stasiun untuk menaiki kereta cepatnya Tiongkok atau disebut China Railway Hub (CRH), sedangkan kereta Ordinary naiknya dari Xian Railway. Saya memilih naik kereta …

Bandara Xianyang dan Sebungkus Cup Noodle

Saat pesawat mendarat di Bandara Xianyang, saya lega. Bukan sekedar karena telah sampai dengan selamat ke tujuan dan penerbangan pun mulus tanpa turbulensi, bersyukur kali ini lebih karena akhirnya saya bebas dari berisiknya para penumpang selama penerbangan hampir 6 jam tadi. Berisiknya sudah seperti pasar dengan para penjual yang menawarkan barang dagangannya dan para pembeli yang tawar menawar harga. Sialnya.. bareng serombongan -anggap saja turis- Tiongkok yang baru pulang dari Kuala Lumpur. Jadwal maskapai merah Negeri Jiran yang mendarat di Bandara Xianyang tengah malam, memaksa saya untuk menginap dan bertahan sampai pagi di sini. Saya tak mau berspekulasi melanjutkan perjalanan ke kota Xi’an karena hostel yang dipesan juga sudah menutup batas waktu check in. Hanya bisa berharap semoga bandara -yang bukan di kota besar Negeri Tiongkok- ini bisa nyaman dan aman. Melewati counter imigrasi dan custom relatif lancar tak ada halangan apapun. Meskipun sebelumnya ada pemeriksaan suhu tubuh yang lumayan jutek petugasnya. Setelah itu, saya memasuki lorong bandara yang agak gelap. Sepertinya aktifitas penerbangan sudah sepi waktu itu, dan pesawat yang saya tumpangi termasuk di …

Menyapa Ribuan Tentara yang Terkubur Ribuan Tahun

Cuaca di kota Xi’an mungkin memang kurang bersahabat denganku, pasalnya tiap pagi kota ini diguyur hujan. Seperti pagi itu, ketika saya beranjak keluar kamar dan hendak menuju halte bus. Hujan masih saja turun dengan derasnya dari semalam, meskipun tak menghalangi masyarakat Xi’an untuk lalu lalang di trotoar kota yang lebar menuju ke tempat aktifitasnya.  Akupun demikian, tak menyerah karena hujan untuk menuju destinasi yang lokasinya di luar kota Xi’an. Sepuluh menit sudah saya menunggu di halte yang letaknya tak jauh dari pintu keluar hotel, hanya fokus dengan angka 603 karena itu nomer rute bus yang saya tahu akan membawa saya ke Xi’an Railway Station. Saya mencoba mencari alternatif bus lain dengan melihat peta rute bus yang melintasi halte itu, tapi sepertinya sia-sia karena semua tempat dan nama rute bus hanya tertulis dengan aksara kanji. Rupanya mirip seperti di kota Bangkok, saya tak bisa berharap banyak dengan bus kota karena tak mampu membaca. Hari itu saya sedang malas merangkai bahasa tarzan untuk sekedar bertanya ke penduduk lokal. Saya pun sudah tak mau gambling menunggu beberapa menit …

Jinhae Gunhangje, Festival Bunga Sakura Terbesar di Korea

Siapa yang tidak terpesona dengan keindahan bunga Sakura? Warna putih atau merah jambu kelopaknya dengan tangkai yang tumbuh memenuhi setiap ranting pohonnya mampu mengalihkan setiap pandangan mata. Momen mekarnya yang hanya berlangsung selama satu minggu setiap tahunnya, menjadikan bunga Sakura sebagai tujuan wisata eksklusif di musim semi. Tidak mudah untuk memprediksi kapan tepatnya bunga Sakura akan mekar setiap tahunnya. Begitupun dengan merencanakan trip musim semi untuk mendapatkan momen langka ini. Bunga sakura mulai mekar jika suhu udara mulai menghangat setelah selesainya musim dingin. Di Korea, setiap daerah akan berbeda waktunya. Dari selatan ke utara, wilayah selatan sekitar Busan akan mendapatkan mekarnya bunga sakura terlebih dahulu dari akhir bulan Maret, sementara Seoul yang terletak di bagian utara tentunya akan lebih lambat yaitu sekitar pertengahan bulan April. Saya merencanakan trip ke Korea tiga bulan sebelum keberangkatan, sebenarnya bukan sengaja untuk mengejar momen bunga Sakura tapi karena adanya tiket pesawat promo waktu itu. Hehehe. Setelah browsing ke sana ke mari mengumpulkan informasi untuk menyusun itinerary, baru sadar ternyata tanggal trip saya bertepatan dengan musim semi. Musim semi adalah …

Muslim Quarter: Heaven of Delicacies in Xi’an

Just take a walk to the north of Xi’an Drum Tower in city center, you will find hundreds of food vendors along the street. This about-500-meter-long street is called Beiyuanmen Muslim Street or also better known as Xi’an Muslim Quarter. Just as its name, here is the place for Muslim community in city of Xi’an, Shaanxi Province, China. They live around the city center and are the descendants of Hui tribe. That’s why there are about ten mosques around this area including The Great Mosque. During three-day stay in the city of Xi’an, there was no day I missed to go here. Of course for adventuring the authentic local Chinese foods, and I swear I never regretted. The sounds of the crowded street, the sights of the vendors and shoppers, and the smells are very fantastic. Moreover, I could choose any food and no need to worry to eat it. There are lots of barbecue food offered here, the most common is lamb but they also have lots kind of food made from chicken, beef, …

‘Oase’ di Negeri Ginseng

Tentang perjalanan ke Negeri Ginseng, meskipun hanya beberapa hari, namun saya bisa merasakan bagaimana warga lokal memperlakukan orang asing. Salah satu kejadian yang melekat di ingatan saya, dan mungkin pernah juga dialami oleh Muslim di Korea Selatan, yaitu ketika ada seorang petugas stasiun Gapyeong menanyakan kenapa saya memakai ‘penutup kepala’. Saat itu saya sedang bersama tiga traveler asal Indonesia yang kebetulan semuanya memakai hijab. Petugas stasiun itu pun sepertinya sama sekali tak paham bahwa yang kami pakai disebut ‘hijab’. Yang dia tanyakan seperti ini: “Kenapa kalian memakai sesuatu (kain) di kepala?”. ** Bisa dipastikan, tiap kali berkunjung ke negara orang, ke manapun itu, akan ada hal baru yang ditemui di jalan. Terutama bagi penganut jalan mandiri alias backpacking di mana tak akan ada tourguide yang mengarahkanmu kemana-mana. Tantangan akan selalu ada, dari masalah komunikasi, perbedaan karakter dan budaya masyarakat setempat maupun selera makanan, khususnya bagi traveler Muslim. Menjadi traveler bagi sebagian Muslim memang tidak mudah, terutama jika pergi ke negara yang muslimnya minoritas. Seperti ibuku yang selalu menanyakan hal yang sama setiap kali saya akan …

Remarkable Dongdaemun Design Plaza

Dongdaemun Design Plaza (DDP) in Seoul, South Korea may be the most remarkable modern-architectural building I’ve ever seen. Its quaint shape reminded me of Alien’s UFO (Unidentified Flying Object) I used to see in fictional programs. DDP is located in a large shopping district, Dongdaemun, and can be reached by Subway from Dongdaemun History and Cultural Park Station (Line 2, 4 and 5) exit 1. This iconic landmark of Seoul was designed by a British Iraqi Architect, Zaha Hadid, and was officially inaugurated in 2014. This is the house for exhibiting various creative industries in Seoul such as crafts, gifts, fashions, cosmetics, etc. The Dongdaemun Design Plaza also provides convention hall and exhibition hall as well. The cherry blossom trees in the garden of DDP started blooming when I first came here just couple of hours after arrived in Korea as a sign that Spring had already started. I felt so impressed and welcomed then. There are also thousands of beautiful artificial LED roses in Design Park you can enjoy at night.